GADYSA & GELBINA

membesuk orang sakit

In Hukum on June 12, 2009 at 1:43 pm

Hal kecil yang kadang kita abaikan adalah menziarahi atau membesuk orang atau saudara yang sedang sakit. Renungkanlah sejenak bagaimana jika anda yang sakit dan tiada seorang pun sahabat, saudara datang menjenguk, bagaimanakah perasaan anda. Rasulullah saw memustahabkan besuk orang yang sedang sakit tentunya mempunyai tujuan dan rahasi yang banyak dimana kita sering mengabaikannya dan menganggapnya sebagai suatu pekerjaan yang sepele. Di kota-kota besar maupun di kampong-kampung, telah menjadi tradisi, di saat orang telah meninggal barulah mereka datang. Apa sih untungnya datang di saat orang itu telah mati? Mau meminta maaf? Mau beracting dengan tangisan dan kesedihan?.mengapa di saat ia sedang sakit tidak terbesit niat untuk menziarahi dan membesuknya?. Ini semua disebabkan kurangnya pengetahuan kita tentang membesuk orang yang sedang sakit. Mengunjungi dan membesuk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, utamanya orang yang sangat jelas hubungannya dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara senasab, sahabat dan yang semisalnya. Menjenguk orang sakit adalah di antara amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan SurgaNya. Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, di dalamnya terdapat keutamaan yang sangat agung, pahala yang sangat besar dan ia adalah salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya. (HR: Muslim). Rasulullah shallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Apabila seorang laki-laki menjenguk saudara muslimnya (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Sorga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR: At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih). Terakhir, hendaknya yang membesuk mendo’akan si sakit: “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR: Al-Bukhari). Atau mendoakannya dengan doa “ Bismillahil ‘aliyil ‘adzhiim rabbal ‘arsyil ‘adzhim an yasyfiika , adzhibil ba’sa rabban-nnaasi anta syaafi laa syifaa a illa syifaauka syifaaun laa yughaadiru saqman” insyallah akan meringankan sakitnya.