GADYSA & GELBINA

Hari-hari tersisa

In Ocehan on September 17, 2009 at 2:27 pm

Beberapa hari lagi Ramadhan akan berakhir meninggalkan kesan tanpa bekas. sebagian diantara kita mungkin tersenyum gembira dan sebagian yang lain akan sedih berpisah dengannya.

Sebuah pertanyaan sederhan yang sering kita tanyakan pada diri sendiri dan orang di sekeliling tentang bagaimana perasaan setelah berpuasa selama sebulan penuh? namun jawaban yang kita jawab tidak pernah berbobot. kadang kemauan lebih muncul untuk berbangga, tapi tidak jarang jawaban yang kita terima adalah “Ngaca dulu?. jawaban ini tidak pernah tergubris bagaikan angin lalu. harusnya malu dan tau diri.

Koreksi diri itu penting, namun ekstrospeksi diri pun tidak dapat diabaikan begitu saja, jika tidak maka apa yang kita inginkan hanyalah angin lalu. Sering menuntut hak namun lupa akan kewajiban. jika doa dan permintaan tidak terkabulkan mulailah mengkambing hitamkan segalanya, termasuk orang di sekelilingnya bahkan tuhan pun dikambing hitamkan.

sebulan penuh berpuasa, apa gerangan yang telah kita dapatkan. Adakah bekas puasa yang tersisa di dalam diri atau kembali kepada tabiat semula. ternyata semua itu hanyalah kegembiraan karena lepas dari beban dan tanggung jawab sebagai seorang hamba belaka. Kita berpuasa hanya menjalankan kewajiban.

Kasian nasib kita yang selalu mengejar tuntas tanpa kualitas. kasian nasib kita yang hanya kerja mengejar gaji dan upah.