Sepucuk Surat Untukmu
Vikar
Bersamamu segalanya menjadi indah
Menerawang tinggi di atas ubun-ubun
Memetik bintang pandangi indah rembulan
Menanti datangnya mentari
Kokok ayam umumkan pagi
Merah bibir langit tersungging manis
Mulaikan mimpi dalam mencari
Keindahan abadi adalah cita
Kudapatkan dalam cintamu yang suci
Bersamamu bergandengan tangan
Naiki tangga nada kehidupan
Sebelum lagu terdengar sumbang
Rekaman takdir bukanlah kunci
Yang menciutkan minat di kala sunyi
Niat di hati adalah pintu
Yang dapat dibuka jika ada kemauan
Semua telah terpampang rapih di depan mata
Mengapa menghindar sebelum mencoba
Jika cobaan masih dapat dihindari
Mengapa harus lari dari kenyataan
Jika kenyataan sendiri tak pernah bergerak dan berlari
Pintu belakang selalu terbuka
Jendela pun belum pasti terkunci
Karena Lamabang restu dan sayang selalu ada
Berkalungkan emas di dalam dada
Bermatakan satu kata kepastian
Yakinkan arah dalam meraih
Kuyakin cintamu tak akan pernah basi
Kecanduan akan cintamu adalah obat penawar sedih
Yang selalu datang mengintip
Berkunjung tanpa undangan tawakan kesendirianku
Kebijakan sadarkan besar arti kesendirian
Kutemukan padanya rasa kehilangan
Sadar siapa aku untukmu
Penting artimu bagiku
Sedetikpun tak pernah terlintas
Jauhmu akan lebih mendekatkan hati
Tersiksa oleh bayang-bayang kelabu
Goncangkan hari hingga tak menentu
Tanpamu hidup hanyalah kematian tanpa pemakaman
Tanpamu aku hanyalah bayi atau banci
Aku butuh dirimu dan cintamu
Di sisiku selalu bersama
Coz I do Love U Hon…..
Perjalanan Tak Sia-sia
Curhat
fikar
Aku ada karena cinta
dibesarkan dengan penuh cinta
Tuk menyingkap kelambu hati
Merabanya dan coba memeluknya
Cinta datang tanpa mengetuk
Pergi meningglakan berjuta kutukan
Berlabuh menumpahkan rasa
Berlayar serasa tak pernah merasa
Biarkan angin tunjukan arah
Terdampar temukan rasa
Cinta membuatku bangun dalam kebingungan
Sadar dalam kealpaan diri sesaat
Bergetar tanpa sebab meninggalkan bekas
Lupa akan tapak dimana kaki berpijak
Seakan melayang tak pernah mendarat
Cinta membuatku basah bermandikan keringat
Peluh hanyalah keluhan berirama
Hampir bersandalkan darah dalam pengejaran
Tak peduli duri dan beling mensayat
Dapatkan sayap terbangkan angan
Tubuh-tubuh tergolek di sisi
Kemulusan hanyalah pameran lokomotif
Nampakkan noda dan panu yang menghias
Butakan mata dalam kedipan tak berkedip
Semua hanyalah topeng kesenangan
Lambang ketidak puasan
Semakin jauh ku menggapai cinta
Semakin dekat tembok pemisah
Parau suara lolongkan cinta
Rapuhkan hati tanpa permisi
Kesal datang menggoda
Keruhkan hati yang sedang gelisah
Tanah adalah sasaran emosi
Yang tak berdosa menanggung siksa
Lengking teriakku senyapkan suasana
Perlahan mengusap dada
Kusadar….dan mulai menyadari
terlalu dalam keterperangkapanku
Jatuh ke dalam lembah tak berujung
Larut bersama hayalan-hayalan indah
Yang terpoles dongeng dan legenda
Dalam kegelapan mencoba meraba
Sayup terdengar bisikan hati penuh bimbang
Keyakinan kuatkan niat menguping
Apa salahnya mencoba dan mencoba
Cinta hanyalah nyanyian hati
Dan permainan perasaan sementara
Mudah terombang ambing oleh gelombang
Mengarah dan diarah sesuka hati
Bagaikan nakoda memalingkan haluan
Kekecewaan bukanlah tamparan
Melainkan musuh yang baik melebihi kawan
Dari dialah pelajaran berharga kusimak
Hingga akhirnya…
Ku tak pernah kecewa memainkan rasa
Perasaan laksana tanah berkolam
Becek dan berair di musim hujan
Retak berhamburan saat panas menyengat
Namun para petani mampu menggarapnya
Tumbuhlah di atasnya beraneka tanaman
Terang…
Mentari pagi silaukan mata
Tawarkan senyum mulaikan hari
Mengisi celah hati dengan berbagai rasa
Koleksi cinta dapatkan yang terbaik
Hilang gairah tertelan masa
Di balik lembaran hari
Mutiara hatimu tersimpan rapih
Memanggil tanpa ada jawaban
Menanti penuh kesabaran dan kecewa
Buktikan dalamnya asal mutiaramu
Yang terkubur lama di dasar samudera
Cinta adalah benci
Karena kebencian melahirkan cinta
Dan cinta dapat berakibat benci
Namun cinta yang tumbuh dari benih kebencian
Lebih subur dibanding dari benih cinta
Yang mudah gugur dan layu tergantung masa
Habis manis hambar terasa
Warna baru yang engkau tawarkan
Menarik perhatian sesaat
Ku sadar ku telah jatuh cinta
Jujur ku kata…
Aku memang cinta padamu
Hatiku bukanlah hatiku
Kutemukan diriku di matamu
Di dada tergetar rasamu
Di ingatanku tertonton videomu
Sesak nafasku tanpamu
Karena engkau adalah nadiku
Bersamamulah mendayung hari
Hingga saat ku berjanji
Engkaulah awal tanpa akhir
Terang tanpa kegelapan
Sinari hari hingga gelap datang memanggil
Menutup mata dengan senyum bahagia
Perjalananku….
memang panjang dan masih belum berakhir
namun semua bukan kesia-siaan
semoga…..
DOAKU
Tuhanku yang Esa
Dulu hidupku sentosa
Mengapa kini jadi pendosa
Hanya karena ulah si nisa
Harus menanggung semua siksa
Tanpa menunggu hari periksa
Hancur lebur dalam binasa
Oleh AzabMu yang sangat luar biasa
Ya Rahmanu Ya Rahimu
Tenggelamkanlah aku dalam hidayahMu
Azablah aku dengan RahmatMu
Jatuhkan aku dalam lembah cintaMu
Rapuhkan aku dengan keagungan asmaMu
Jauhkanlah aku dari setiap murkaMu
Kembalikan aku dalam anugerah fitrahMu
Agar langkah selalu pada jalanMu
Tuhanku yang maha perkasa
Bukanlah aku mahluk berbisa
Mencuri hati agar leluasa
Mengumbar janji dalam sebuah sketsa
Yang slalu berakhir setiap mendapatkan mangsa
Namun inilah yang kubisa
Agar di hari esok atau lusa
Semua kan kembali seperti biasa
SIAPA AKU
Inilah aku dalam diriku
Yang menanam jati tanpa diri
Inilah diriku yang selalu mengaku
Bahwa jati diriku adalah aku
Siapakah aku?
Siapakah diriku?
Ternyata aku hanyalah diriku
Yang bias iri dan berdiri
Marah abaikan akibat
Ngotot menuntut keinginan
Sedangkan aku hanya dapat menyaksikan
Tanpa mampu tuk berbuat
Aku hanyalah aku
Yang suka berlebihan ber-aku-aku
Sok tau dalam mengaku
Karena aku belum mengenal siapa diriku
Semua cermin membohongi aku
Menutup kedok jati diriku
Yang kupandang hanyalah bayangan diriku
Sedangkan aku hanya tersenyum puas
Cengar cengir sendiri dalam diri
Bahwa itulah aku
Itu semua hanyalah jawabanmu
Yang tiada beda dengan pujian cermin
Itulah diriku yang ada dimatamu
Bukanlah aku yang ada [ada diriku
Karena diriku belum mengenal siap aku
Karena aku belum mencintai diriku
ANTAR USIL DAN UNYIL
Resah tersungging di bibir kalbU
Rangkaian kata pun menjadi kakU
Berbaur bisikan yang penuh rayU
Terkurung dalam hayalan semU
Putihnya niat seputih kertaS
Mudah menuai tatkala panaS
Terbakar sengatan api ibliS
Rentangkan kaki di luar gariS
Mendulang rasa di atas nilaI
Tiada kewburukan yang belum pastI
Tersimpan rapat di dalam hatI
Merenggut nyawa tiada bersenI
Kerasnya keinginan tidaklah labiL
Mudah hanyut terterpa badai kesaL
Imunisasi bukanlah kebaL
Mudah terinfeksi di saat gataL
Usil mencoba tiupkan debU
Bara terpendam kembali menggebU
Tuangkan air di atas tungkU
Nada resak kini terdengar syahdU
Gambramu terlukis tak beralaskan kanvaS
Serasa dekat sedekat deruan nafaS
Menderu-deru memanggil jelaS
Kembangkan bakat puas dengan buaS
Yang dijamah bukanlah mimpI
Malu berbuat kecilkan nyalI
Yang dipegang hanyalah janjI
Ragu melangkah kecebur kalI
Ramuan kopi yang terhidang begitu kentaL
Dekapan tubuh terasa kenyaL
Laksana terbuai di atas bantaL
Lupakan diri rusaki mental
Antara kau dan aku saling mengantar
Antara kau dan aku hanya kita yang rasa
Antara kau dan aku hanya mereka yang tau
Antara kau dan aku tidak akan ketahuan
Selingkuhi aku dalam selangkanganmU
Bujukmu pasti terdengar merdU
Ratapi takdir cepat berlalU
Serasa lemah remotkan waktU
You ‘re my maN
Fasih ucapmu membuatku dingiN
Terbaring laksana seorang pasieN
Bertarung hadapi Tanya di batiN
Open up n lick mine pls honey
Over kau dan aku begitu crazy
Bergulat hari tak hiraukan body
Mengulang kembali sejarahmu baby
Datangnya sesal saat mengakhirI
Sadarkan diri telah dimilikI
Perasaan dosa telah terkebirI
Pintu maaf hanyalah sekalI
Usil berbuat karena unyiL
Usai tontonan ingin menjajaL
Usai bertobat kembali normal
Usia mentok kan disambut ajaL
AKU DAN SATU
Aku satu yang menyatu
Aku ragu dan mendua
Aku satu ingin bersatu
Aku hantu berhias nol sejuta
Aku satu harapkan sesuatu
Aku debu terbalut riya
Aku satu lupakan yang Satu
Aku malu berlimang dosa
Aku satu dengan Yang Satu
Aku rindu pada yang Esa
Satukan aku dalam kesatuanMu
Duakan aku dengan cintaMu
Hantui aku dengan azabMu
Lupakan aku untuk tidak melupakanMu
Dan esakan aku dalam keesaanMU
Amin
PANTASNYA RIYA
Tuhanku
Pantaskah aku takut kepadaMu
Sedang aku hanya takut azabMu
Pantaskah aku merayuMu
Sedang aku hanya mengincar pahalaMu
Pantaskah aku malu padaMu
Sedang aku hanya malu dicemooh
Pantaskah aku mengabdi padaMu
Sedang aku hanya terbuai janjiMu
Pantaskah aku mencintaiMU
Sedang aku naksir diriKu
Pantaskah aku menjadi kekasihMu
Sedang aku sering menduakanMu
Pantaskah aku berpaling dariMu
Sedang aku akan kembali padaMu
Pantaskah aku menjauh dariMu
Sedang aku selalu membutuhkanMu
Pantaskah aku bertanya padaMu
Sedang aku hanyalah budakMu
Pantaskah aku memohon maafMu
Sedang aku banyak meragukanMu
Astagfiruka yaa rabbiyal a’la bijami’il hamd
Laa syariika laka wa ilaykal ma’buud
Hanya Engkau yang Maha pantas dari dan atas segalanya
DEMI PALESTINA
Aku lemah
Aku penakut
Apa yang dapat kusumbangkan?
Doa ?
Apa hanya dengan doa?
Puisi?
Apakah cukup dengan puisi?
Sungguh pelitnya diriku
Dzaalika min adh’afil imaan
Sementara aku sanggup
Harta?
Aku punya
Ilmu?
Saudara?
Ya Allah Ya Rabbi
Apakah aku saudara yang baik?
Apakah aku hambaMu yang beriman?
Teganya aku
Pelitnya aku
Yang hanya mampu membantu dengan doa
Maafkanlah aku hai saudaraku
Karena kusadar kini
Engkau membutuhkan lebih
Dalam meraih damaimu
PALESTINA BANGKIT
Palestin
Cukup sudah engkau diplorotin
Dengan janji yang slalu diplesetin
Kata damai kian dipolesin
Tak akan sembuh luka dipelesterin
Persetan dengan damai
Jika akan membawa kehancuran
Persetan dengan kehancuran
Jika akan mendatangkan kedamaain
Maju…!!!
Mengapa harus bertahan ?
Perangilah orang-orang yang telah memerangimu
Bangkitlah !!!
Kuburkanlah bangkai-bangkai hidup
Kami bersamamu
Dan Allah pasti bersama kita
GELAP TERANG (KAIRO)
Inilah tempat para Nabi
Inilah tempat kaum pembangkan
Inilah tajuk kemuliaan
Inilah kota penuh kedamaian
Disinilah pyramid berdiri
Disnilah nil mengalir
Disinilah firaun mengtuhankan diri
Disinilah Asia gigih mengabdikan diri
Inilah aku
Disinilah aku terapung
Antara dua kubu di hati
Kadang lurus dan mulus
Sering melenceng dan sesat
Arahku jauh dari tujuan
Meraih api membakar niat
Yang dihadapi bukanlah mimpi
Namun kenyataan yang sangat asin
Penoreh aroma kehidupan
Pelita hidup redup
Gelap segelap kehidupan malam
Susuri tempat ke tempat
Habiskan waktu terbang ke langit
Pudar bersama datangnya pagi
Inilah vampire kehidupan
Hidup diantara dua alam
Menghirup kebaikan sesaat
Menghisap dosa yang tak mampu dipertanggungjawabkan
Roxy, aguza, begitu jauh
Ataba, muhandisin terasa dekat
Jabal muqattam mudah didaki
Terusan suez terbentang banyak cabo
Di atas tower aku bangga
Di dalam pyramid ku terjepit
Di atas bukuit Sinai kuterpaku
Di sungai nil kutenggelamkan nista
Di mesjid husein kudapai diri
Di al azhar kulahir kembali
Engkaulah ummu dunia
Darimu segala tarbiyah
Engkaulah ummul balad
Padamu kumerindu
Engkaulah negeri kinanah
Bersamamu tentukan arah
Engkaulah pahlawan tanpa gaji
Untukmu segala bintang satya
SAHABAT
Sahabat
Kau begitu dekat
Karena kita sederajat
Saat hidupku meningkat
Senyummu kian berat
Kukira kau turut bahagia dan melompat
Gak taunya kau bangsat
Pandai lidahmu bersilat
Karena kau penjilat
Fitnah kau rekat
Actingmu merangkul erat
Percayaku berkarat
Milikku pun kau sikat
Pacarku minggat
Karena kau berkhianat
Alasanmu singkat
Seakan tak berserat
Ku tau perasaanmu dipantat
Hingga kau begitu bejat
Jalanmu terlalu sesat
Bagimu tak ada sesuatupun yang keramat
Kini kau terjerat
Mulai kembali merapat
Istrimu berangkat
Kaupun melarat
Orang tuamu wafat
Menunggumu di hari kiamat
ok..
bagus banget mas…
Aku adalah wayang yang selalu di atur oleh sang dalang….
Kadang aku berperan baik
Kadang aku berperan buruk dan kadang juga
aku adalah malaikat kadang juga aku adalah iblis
Terkadang aku nista…
Terkadang aku mulya…
Namun Apalah kuasaku aku hanya seorang wayang
yang tak bisa mengubah takdirku…
aku tak lebih dari sebutir debu
Yang setiap saat di bawa angin
Kemana mau angin itu pergi
Terkadang aku ke comberan….
Terkadang aku ke taman….
Terkadang di tempat sejuk dan panas
aku merasa melihat tapi aku buta
aku merasa mendengar tapi aku tuli
aku tak ubahnya seperti bangkai berjalan
Apa yang aku harapkan dari jiwa yang rapuh ini
Terkadang aku mau menangis
Terkadang aku mau tertawa…
Namun keduanya adalah sandiwara
aku mencari dan terus mencari
Sampai aku menemukan suatu pertanyaan
SIAPA AKU…. ???????
http://www.geocities.com/riankreasi
Ketika Adam dan hawa berpergian dari surga, yang dibekali tuhan hanya sebuah cinta.
Mengapa cinta?
Karena dengan cintalah kita ada.
Cinta merubah peradapan manusia.
Cinta memberikan banyak arti keindahan.
Tersebab cintalah kita mampu membedakan antara dosa dan pahala.
Cinta tidak tidak pernah mati, karena cinta melekat dihati.
Cinta membawa kita menjadi berarti.
ass.hai sobat bolehkan aku berkenalan denganmu. aku kagum dengan coretan-coretan puisimu itu.
aku baru kali ini membuka web site-mu.
puisi-puisimu itu sangat menyentuh di hati.
wihhh
TOP BGT BGD DEcHHH
Ass. hai sobat aq kagum dengan semua isi puisi dan kata-kata indah dalam ws mu…stelah mmbaca semua puisi2 yang ada…diriku merasa lebih memahami arti cinta dan kasih sayang insan manusia…..thanks sobat
suatu puisi yang paling indah adalah suatu khisaran hasrat untuk menguatkan iman kita agar bisa menjadi orang selalu ta”dim terhadap guru,sahabat,kepada rosul allah,dan allah yang menciptakan kita
BguZzZ bgDDh puisi2ny…..menyentuh,btw,nax DN yapz…sama dunk..cuma qta beda jauh bgt…pokox good luck wat smuany yapz..
WaJaH ITu
Tiadalah snyum tsungging harapkn maki..
Brkaca pd cermin Tebal yg hampir Retak!
O,.terbayang dsna wajah manis yg dlu singgah,,
Mngukir tawa diantara mata takdir..
Wajah manis mengerdip bisik2 cinta..
Palingkn ht kmudian..!
Sudah..
Usaipun crt!
Kak rio.. Puisinya keren! Sneng knal sm km.
Waaach!!..keeyen bgtz,q ru m’buka2 webst ne.. n q plg sk bgtz klo bc puisi.. utk shbt smw gd lck ych..lam knl drQ ‘n dtnggu ych puisi2 brikut’y!!
mengapa semua ini harus terjadi?
disaat cinta dan kasih menyapa dan menghapiriku kenapa dirimu harus pergi?
kenapa?
sungguh aku sangat menyayangi dirimu setulus hati ku,tapi kini semua itu sia sia tanpa hadir mu disini…
Tuhan pabila dia jodoh ku kembalikan dia ke pelukanku tapi bila dia bukan jodoh ku aku mohon gantikan dirinya dengan sesseorang yang lebih baex…..
guys,,,
nie q curhat dikit kasih solusinya donk…
pleace….
ntar dkrm ke email q waw
setelah aq baca curhatan U,aq jd inget m mantanQ dulu.. dia sgt menyayangiQ tp skrg mungkin dia udah lp m aQ.. gini z y menurut aq, U tu hrus mncari dia!sp tw dia jg msh mghrapkanmu n sgt merindukanmu!!
aq pernah dgr dr saudaraQ, kt’y dg qt mengkonsumsi daun pepaya yg diperas terus diminum air’y stiap hr insya allah pnglihatan qt akn kmbli trang! tp aq sh g prnah mncoba, y mgkn krna tu pait bgtz.. bs dblg aq plg mls mngkonsumsi obat2an,
Assalamu Alaikum…
aku mau dikit curhat nih..
akhir2 ini aku mulai membaca artikel2 islam..aku begitu tergugah, apalagi tentang dunia remaja, dimana pacaran adalah hal yang sudah dianggap begitu lumrah, dan saya pun salah satu yang terkena pemahaman seperti itu(dulunya), sekarang aku mau nanya nih (kasi solusi ya)..
aku punya pacar, sekarang ia di luar pulau, dia begitu mencintaiku, begitupun dengan aku..sempat aku baca artikel tentang dosa2 pacaran, artikel wanita yang mengumbar sahwatnya walau hanya lewat telepon, dll yang berhubungan dengan pacaran..
aku sekarang bingung, apakah aku minta putus ma dia?? aku dah tanyakan hal tersebut dengan argumen2 diatas, namun ia tetap tidak mau ditinggalkan (komunikasi kami masih berjalan lancar lewat HP), dengan alasan dia telah aku sentuh (belum sampai ZINA) ciuman, pegangan tangan..aku juga gak mau ninggalin dia karena dia dah ngancam akan bunuh diri..\sekarang aku bimbang, lanjutin hubungan dengan menaggung dosa besar, atau memutuskannya juga dengan menanggung dosa besar (dianya bunuh diri karena aku)..
mohon jawabannya di email aku, r_yad_chess@yahoo.co.id
makasi atas jawabannya
gALau…. J
for everyone
perasaan ini…..
apa namanya….
ku takut………..
untuk menyebut apa namanya
bukan karena..
tetapi ku takut benar apa yang kurasa…
pedih yang menghujam
di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku
aku jatuh lagi
sekali lagi jatuh
untuk sekian kali
namun kali ini aku galau………
Ketika semua harus berakhir
Ketika peluhku tak lagi berarti
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku ada di tengah2 Air.
Siang Aku ada, Malam aku Tiada
Aku Hadirkan Matahari,Namun Ku Tak Mampu Mengedarkan Bulan
Aku Berkuasa Pada Kematian dan Kehidupan.
Namun Aku Jatuh Pingsan dan Kubangunkan Diriku untuk Siuman.
Aku Bingung dan membawa Kebingungan,Tapi Ku Tak Kuasa Pada Perilaku Bejat,keparat.
Siapakah Aku,dalam aku ku tak kenal Sobat,sahabat atau pantat.
(he.he..he Aku bilang aku adalah huruf i)
Pusi apa ngelucu nich atau cuma sekedar kuis.
Aku Lenyap Dalam Asmara,
Meski Kusadar aku kan terseret Ombak Dosa dan Durhaka,
Aku Marah Pada Diriku dengan segenap Rasa Yang Membuncah
Hatiku telah Terpenjara Nafsu,Birahipun seakan Berkata.
Wahai Kasih Jangan Kau Lari Dariku,ingin Ku Cumbui Dirimu.
Seaat Ku Pun Tersadar,Aku Hadir ke pentas Dunia Bukan Hanya Dengan Nafsu.
Dalam Bisu Kupun,ku Malu Pada aku dan Engau(Wahai Pemilkku)
Terkadang Kata Terucap hanya sekedar Penarik Hati.
Aku Marah pd Puisi Keparat yang tak Berarti.
Kau hanya Tumpulkan Logikaku,kau Buramkan Nilai2
Pusi Laknat kau Hantarkanku pada Keraguan,untuk Bersikap Jelas dan BertanggungJawab..
Mengapa pada bego yah…uda tau yang namanya jatuh itu sakit, kok masih aja mau jatuh dalam comberan cinta, sediain kasur yang tebal biar gak sakit di saat jatuh
duchhhh keren bgt puisinya…..
da cerita buku kalil gibran gak….